Senin, 02 Maret 2009
Senin, 10 November 2008
PUTU RUDANA
Umumkan Nomor Caleg 10 pada tanggal 10
Nuansa heroik nanbersejarah. Hari Pahlawan 10 November ini, menorehkan semagat juang yang tinggi pada diri Putu Supatma Rudana, MBA. Pada tanggal 10 ini pula dia membulatkan tekad untuk maju sebagai Caleg nomor 10 untuk anggota DPR RI dari Partai Demokrat (31). Baginya, hari Pahlawan juga merupakan tonggak untuk mengukir sejarah mengangkat nama Bali di pecaturan politik nasional. Betapa tidak dengan maju sebagai Caleg DPR RI, dia ingin menunjukkan bahwa generasi muda Bali mesti menyingsingkan lengan mengisi pembangunan dengan semangat juang tinggi pula apabila sekarang eranya generasi muda untuk lebih berperan menjembatani keinginan anak-anak muda untuk berkreativitas diera global yang penuh persaingan dan tatangan
PUTU RUDANA
Umumkan Nomor Caleg 10 pada tanggal 10
Nuansa heroik nanbersejarah. Hari Pahlawan 10 November ini, menorehkan semagat juang yang tinggi pada diri Putu Supatma Rudana, MBA. Pada tanggal 10 ini pula dia membulatkan tekad untuk maju sebagai Caleg nomor 10 untuk anggota DPR RI dari Partai Demokrat (31). Baginya, hari Pahlawan juga merupakan tonggak untuk mengukir sejarah mengangkat nama Bali di pecaturan politik nasional. Betapa tidak dengan maju sebagai Caleg DPR RI, dia ingin menunjukkan bahwa generasi muda Bali mesti menyingsingkan lengan mengisi pembangunan dengan semangat juang tinggi pula apabila sekarang eranya generasi muda untuk lebih berperan menjembatani keinginan anak-anak muda untuk berkreativitas diera global yang penuh persaingan dan tantangan.
Berbekalkan konsep "Sinergi Seni Membangun Indonesia" Putu Rudana juga berjuanng keras menegakkan Hak Cipta atau Hak Atas Kekayaan Intelektual, sehingga bangsa ini tak dicap sebagai kaumnya Para Pembajak atau Penjiplak. Dengan semangat Hari Pahlawan, generasi muda harus mampu menunjukkan potensi melawan penjajah, tapi bukan dari Pihak Asing, melainkan melawan diri sendiri. Penjajah dari diri sendiri yang dimaksud yakni kemalasan dan keangkaramurkaan yang bisa menjerumuskan kita kelembah nestapa,
Menurut Putu Supadma Rudana, juga dikenal dengan Putu Rudana, contoh bangkitnya generasi muda memimpin bangsa bisa kita petik dari kemenangan Barack Obama memenangkan kursi Presiden AS. Senator kulit berwarna yanng merupakan kaum minoritas dinegeri Pamam sam Sam itu mampu meraih simpatik publik karena kepiawaiannya mendengung-dengungkan perubahan ditengah perubahan ditengah berbagai krisis yang melanda dunia. Begitupun generasi muda Bali harus bangkit dan menyingsingkan lengan baju ikut berperan strategis dalam menyukseskan pembangunan Indonesia. Menurutnya generasi muda Bali hendaknya jangan berkecil hati ditengah persaingan ekstra ketat, karena melalui ambisi positif akan memberikan jalan bagi kita untuk mengukir prestasi gemilang demi nama Bali atau Indonesia.
Dalam kamus hidup pria kelahiran Denpasar, 23 April 1974 ini, tak ada kata menyerah dalam hidup. semua tantangan harus dihadapi kerja keras dan jangan sampai putus asa atau frustasi jika menemui kegagalan kegagalan. Menang atau kalah dalam Pemilu bukan mesti dipertentangkan, melainkan harus disadari karena merupakan suatu proses alami dalam berkompetisi. Begitupun dalam berpolitik, beda Partai bukan berarti bermusuhan, melaikan proses demokrasi atau menyalurkan aspirasi sesuai hati nurani masing-masing. "Kalah dan menang memang berdampingan, semua pasti terjadi pada suatu kompetisi atau pertandingan karenanya kita harus sportif menerima kekalahan atau kemenangan", kata putra "senator" Nyoman Rudana dan Nyoman Olastini ini.
Perlu diketahui pada Pemilu 2009 mendatang Partai Demokrat menerapkan tarung bebas bagi calegnya. Karenanya masyarakat tak perlu takut memilih nomor besar, karena caleg yang terpilih nanti berdasarkan suara terbanyak atau bukan berdasarkan nomor urut caleg.
Sedangkan Putu Rudana bersedia mendapat nomor 10 (terbawah), karena untukmenjadi besar setiap orang mesti berjuang dari bawah. Bukan sebaliknya, begitu terjun ke politik langsung menuntut nomor urut teratas.
Tekadnya maju sebagai caleg DPR RI bukanlah gagah-gagahan atau sekedar ingin terkenal, melainkan dilandasi kemauan keras memperjuangkan Bali sebagai barometer seni budaya di NKRI. Dengan jiwa muda pula, dia mempersembahkan yang terbaik kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, apalagi era sekarang merupakan zamannya generasi muda berkiprah membangun bangsa. Hal tersebut sangat beralasan mengingat generasi muda banyak punya kesempatan untuk berkreativits positif, punya waktu yang banyak dan tenaga yanng prima.
Putu Rudana lebih bersemangat lagi, mengingat konsepnya "Sinergi seni Membangun Indonesia" mendapat dukungan penuh dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tak hanya itu kalanngan Sulinggih dan Pandita di Balipun ikut mendoakan serta merestuikonsep paling ampuh menyatukan seluruh kompnen untuk membangun bangsa dan melepas segala perbedaan ini. Restu tersebut datang dari Ida Pandita Parama Daksa Nata Ratu Bagus dari Ratu Bagus Ashram di Dusun Muncan, Selat Karangasem ; Ida Pedanda Gede Made Gung dari Ashram Yogadipatamaguhya di Banjar Tengah, Blahbatuh, Gianyar; Ida Pedanda Istri Putri Rasmini dari Banjar Kemenuh Kelod; Sri Empu Wredha Pandita Darmika dari Banjar juga, Mas, Ubud; Ida Dukuh Acarya Daksa dari Banjar Semaga, Penatih serta Mangku Ketut Liyer, Ubud tokoh-tokoh spiritual ternama ini memberikan dukungan kepada Putu Rudana supaya terus berkarya dan mempersatukan seluruh komponen bangsa sehingga Indonesia. Terakhir, Putu Rudana juga mohon doa restu dan dukungan masyarakat Bali untuk berjuang menuju DPR RI (repro:Dpst)
PUTU RUDANA
Umumkan Nomor Caleg 10 pada tanggal 10
Nuansa heroik nanbersejarah. Hari Pahlawan 10 November ini, menorehkan semagat juang yang tinggi pada diri Putu Supatma Rudana, MBA. Pada tanggal 10 ini pula dia membulatkan tekad untuk maju sebagai Caleg nomor 10 untuk anggota DPR RI dari Partai Demokrat (31). Baginya, hari Pahlawan juga merupakan tonggak untuk mengukir sejarah mengangkat nama Bali di pecaturan politik nasional. Betapa tidak dengan maju sebagai Caleg DPR RI, dia ingin menunjukkan bahwa generasi muda Bali mesti menyingsingkan lengan mengisi pembangunan dengan semangat juang tinggi pula apabila sekarang eranya generasi muda untuk lebih berperan menjembatani keinginan anak-anak muda untuk berkreativitas diera global yang penuh persaingan dan tatangan
PUTU RUDANA
Umumkan Nomor Caleg 10 pada tanggal 10
Nuansa heroik nanbersejarah. Hari Pahlawan 10 November ini, menorehkan semagat juang yang tinggi pada diri Putu Supatma Rudana, MBA. Pada tanggal 10 ini pula dia membulatkan tekad untuk maju sebagai Caleg nomor 10 untuk anggota DPR RI dari Partai Demokrat (31). Baginya, hari Pahlawan juga merupakan tonggak untuk mengukir sejarah mengangkat nama Bali di pecaturan politik nasional. Betapa tidak dengan maju sebagai Caleg DPR RI, dia ingin menunjukkan bahwa generasi muda Bali mesti menyingsingkan lengan mengisi pembangunan dengan semangat juang tinggi pula apabila sekarang eranya generasi muda untuk lebih berperan menjembatani keinginan anak-anak muda untuk berkreativitas diera global yang penuh persaingan dan tantangan.
Berbekalkan konsep "Sinergi Seni Membangun Indonesia" Putu Rudana juga berjuanng keras menegakkan Hak Cipta atau Hak Atas Kekayaan Intelektual, sehingga bangsa ini tak dicap sebagai kaumnya Para Pembajak atau Penjiplak. Dengan semangat Hari Pahlawan, generasi muda harus mampu menunjukkan potensi melawan penjajah, tapi bukan dari Pihak Asing, melainkan melawan diri sendiri. Penjajah dari diri sendiri yang dimaksud yakni kemalasan dan keangkaramurkaan yang bisa menjerumuskan kita kelembah nestapa,
Menurut Putu Supadma Rudana, juga dikenal dengan Putu Rudana, contoh bangkitnya generasi muda memimpin bangsa bisa kita petik dari kemenangan Barack Obama memenangkan kursi Presiden AS. Senator kulit berwarna yanng merupakan kaum minoritas dinegeri Pamam sam Sam itu mampu meraih simpatik publik karena kepiawaiannya mendengung-dengungkan perubahan ditengah perubahan ditengah berbagai krisis yang melanda dunia. Begitupun generasi muda Bali harus bangkit dan menyingsingkan lengan baju ikut berperan strategis dalam menyukseskan pembangunan Indonesia. Menurutnya generasi muda Bali hendaknya jangan berkecil hati ditengah persaingan ekstra ketat, karena melalui ambisi positif akan memberikan jalan bagi kita untuk mengukir prestasi gemilang demi nama Bali atau Indonesia.
Dalam kamus hidup pria kelahiran Denpasar, 23 April 1974 ini, tak ada kata menyerah dalam hidup. semua tantangan harus dihadapi kerja keras dan jangan sampai putus asa atau frustasi jika menemui kegagalan kegagalan. Menang atau kalah dalam Pemilu bukan mesti dipertentangkan, melainkan harus disadari karena merupakan suatu proses alami dalam berkompetisi. Begitupun dalam berpolitik, beda Partai bukan berarti bermusuhan, melaikan proses demokrasi atau menyalurkan aspirasi sesuai hati nurani masing-masing. "Kalah dan menang memang berdampingan, semua pasti terjadi pada suatu kompetisi atau pertandingan karenanya kita harus sportif menerima kekalahan atau kemenangan", kata putra "senator" Nyoman Rudana dan Nyoman Olastini ini.
Perlu diketahui pada Pemilu 2009 mendatang Partai Demokrat menerapkan tarung bebas bagi calegnya. Karenanya masyarakat tak perlu takut memilih nomor besar, karena caleg yang terpilih nanti berdasarkan suara terbanyak atau bukan berdasarkan nomor urut caleg.
Sedangkan Putu Rudana bersedia mendapat nomor 10 (terbawah), karena untukmenjadi besar setiap orang mesti berjuang dari bawah. Bukan sebaliknya, begitu terjun ke politik langsung menuntut nomor urut teratas.
Tekadnya maju sebagai caleg DPR RI bukanlah gagah-gagahan atau sekedar ingin terkenal, melainkan dilandasi kemauan keras memperjuangkan Bali sebagai barometer seni budaya di NKRI. Dengan jiwa muda pula, dia mempersembahkan yang terbaik kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, apalagi era sekarang merupakan zamannya generasi muda berkiprah membangun bangsa. Hal tersebut sangat beralasan mengingat generasi muda banyak punya kesempatan untuk berkreativits positif, punya waktu yang banyak dan tenaga yanng prima.
Putu Rudana lebih bersemangat lagi, mengingat konsepnya "Sinergi seni Membangun Indonesia" mendapat dukungan penuh dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tak hanya itu kalanngan Sulinggih dan Pandita di Balipun ikut mendoakan serta merestuikonsep paling ampuh menyatukan seluruh kompnen untuk membangun bangsa dan melepas segala perbedaan ini. Restu tersebut datang dari Ida Pandita Parama Daksa Nata Ratu Bagus dari Ratu Bagus Ashram di Dusun Muncan, Selat Karangasem ; Ida Pedanda Gede Made Gung dari Ashram Yogadipatamaguhya di Banjar Tengah, Blahbatuh, Gianyar; Ida Pedanda Istri Putri Rasmini dari Banjar Kemenuh Kelod; Sri Empu Wredha Pandita Darmika dari Banjar juga, Mas, Ubud; Ida Dukuh Acarya Daksa dari Banjar Semaga, Penatih serta Mangku Ketut Liyer, Ubud tokoh-tokoh spiritual ternama ini memberikan dukungan kepada Putu Rudana supaya terus berkarya dan mempersatukan seluruh komponen bangsa sehingga Indonesia. Terakhir, Putu Rudana juga mohon doa restu dan dukungan masyarakat Bali untuk berjuang menuju DPR RI (repro:Dpst)
Langganan:
Postingan (Atom)